BREAKING NEWS
Pemerintahan

Jumat Keliling di Unyur, Wakapolda Banten Sampaikan Pesan Kamtibmas

 


SERANG – Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) sekaligus menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Masjid Al Ikhlas, Perumahan Mandala Citra Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (30/10).

Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus membangun komunikasi secara langsung untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolda Banten menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter, sikap, dan kebiasaan anak. Oleh karena itu, perhatian, pengawasan, serta keteladanan orang tua sangat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan pergaulan.

Wakapolda mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, menyepakati batas waktu beraktivitas di luar rumah, serta mengarahkan mereka pada kegiatan positif seperti mengaji, remaja masjid, olahraga, dan kegiatan kepemudaan.

Menurutnya, pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, maupun pengaruh negatif lainnya membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan. Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan, perhatian, serta keteladanan agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan bertanggung jawab.

“Rumah harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk pulang dan bercerita. Luangkan waktu untuk mendengarkan mereka, berikan nasihat dengan kasih sayang, dan bangun kedekatan dalam keluarga. Anak yang merasa didengarkan dan dihargai akan lebih mudah meminta pertolongan kepada keluarganya ketika menghadapi masalah,” tambahnya.

Wakapolda Banten juga menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat melalui kerja sama dengan tetangga, pengurus RT/RW, pengurus masjid, serta Bhabinkamtibmas. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Semangat yang ingin kita wujudkan adalah Polisi Bersama Masyarakat. Polri hadir untuk melindungi dan melayani, sekaligus membangun kerja sama agar setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan aman dan tenang. Kami juga terbuka terhadap keluhan, kritik, dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Banten turut menyampaikan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 secara gratis apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan terkait gangguan kamtibmas maupun pelayanan anggota Polri melalui saluran pengaduan Kapolda Banten di nomor 0811-1123-9696.

Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, Polda Banten berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat serta tumbuh kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan berawal dari kepedulian keluarga. Dengan sinergi dan komunikasi yang baik, situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Banten dapat terus terpelihara. (Red) 

Satu Kelurahan Satu Sarjana, Upaya Serang Cetak Generasi Muda Berpendidikan

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyalurkan seragam sekolah gratis kepada siswa di Kecamatan Walantaka. 

SERANG – Pemerintah Kecamatan Walantaka, Kota Serang, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayahnya melalui implementasi program unggulan "Serang Cerdas".

Program yang digagas oleh Pemerintah Kota Serang ini direalisasikan melalui dua fokus utama, yakni pendaftaran/pendataan program Satu Kelurahan Satu Sarjana serta pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP se-Kecamatan Walantaka.

Camat Walantaka, Muslim Sholeh, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan kepemimpinan daerah demi menekan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

"Sesuai dengan instruksi Wali Kota Serang, Bapak Budi Rustandi, kami di Kecamatan Walantaka terus mengawal realisasi program Serang Cerdas secara bertahap. Salah satu prioritas kami adalah memastikan program Satu Kelurahan Satu Sarjana dapat menyasar keluarga yang tepat," kata Muslim Sholeh saat memberikan keterangan, Rabu (28/10).

Muslim menjelaskan, keberadaan program Satu Kelurahan Satu Sarjana diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan memunculkan generasi baru yang terdidik di setiap keluarga yang ada di Kecamatan Walantaka.

Selain program beasiswa perguruan tinggi, pihak kecamatan bersama dinas terkait juga telah merampungkan penyaluran seragam sekolah gratis untuk seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Walantaka.

"Pembagian seragam gratis ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi para orang tua murid di awal tahun ajaran baru. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak di Walantaka yang terkendala bersekolah hanya karena persoalan biaya seragam," tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kecamatan terus bersinergi dengan seluruh pihak sekolah dan pemerintah kelurahan agar pendataan calon penerima bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran.

"Sesuai penekanan Pak Wali Kota Budi Rustandi, pendidikan adalah investasi masa depan Kota Serang. Kami di tingkat kecamatan siap mengawal seluruh program Serang Cerdas agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga Walantaka," tutup Muslim. (ADV) 

Instalasi Laundry RSUD Kota Serang Pastikan Linen Pasien Bersih dan Higienis

 

RSUD Kota Serang. 

SERANG – Kebersihan linen menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, Instalasi Laundry RSUD Kota Serang mengelola seluruh proses pencucian linen, mulai dari penerimaan, pemilahan, pencucian, pengeringan hingga pendistribusian kembali ke unit pelayanan.

Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, RSUD Kota Serang mengoptimalkan pelayanan Instalasi Laundry sebagai salah satu unit penunjang yang berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit. Pengelolaan linen dilakukan melalui tahapan terstruktur dengan memperhatikan prosedur kebersihan serta pencegahan dan pengendalian infeksi.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. A. Humariadi, mengatakan Instalasi Laundry memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan. Sebab, linen yang bersih dan layak digunakan menjadi salah satu kebutuhan dasar pasien selama menjalani perawatan.

“Pengelolaan linen merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit. Kami memastikan setiap proses dilakukan sesuai prosedur agar linen yang digunakan pasien dalam kondisi bersih, nyaman, dan layak pakai,” ujar Humariadi.

Pengelolaan Linen Melalui Tahapan Khusus

Humariadi menjelaskan, pengelolaan linen rumah sakit tidak dilakukan seperti pencucian pakaian pada umumnya. Setiap tahapan membutuhkan perhatian khusus karena linen yang berasal dari ruang perawatan berpotensi terkontaminasi kotoran maupun mikroorganisme.

Prosesnya dimulai dari penerimaan linen kotor dari berbagai unit pelayanan. Selanjutnya, petugas melakukan pemilahan berdasarkan jenis dan tingkat kontaminasi sebelum memasuki proses pencucian.

Setelah dicuci, linen dikeringkan, dilipat, dan disiapkan untuk didistribusikan kembali ke ruang perawatan maupun unit pelayanan yang membutuhkan. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan pemisahan linen kotor dan bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

“Setiap tahapan harus diperhatikan, mulai dari penerimaan, pemilahan, pencucian sampai pendistribusian. Kami ingin memastikan linen bersih tidak tercampur dengan linen kotor sehingga kebersihan dan kualitasnya tetap terjaga,” katanya.

Dukung Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Selain menjaga kenyamanan pasien, pengelolaan linen yang benar juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.

Linen yang digunakan selama perawatan harus ditangani sesuai standar agar risiko penyebaran mikroorganisme dapat diminimalkan. Karena itu, petugas Instalasi Laundry dituntut menjalankan prosedur kerja secara disiplin dan memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap proses.

Koordinasi dengan unit pelayanan juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan linen bersih sesuai kebutuhan. Dengan pengelolaan yang teratur, ruang perawatan dapat memperoleh pasokan linen yang siap digunakan oleh pasien.

Humariadi menegaskan, kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh tindakan dokter dan tenaga medis. Dukungan unit penunjang, termasuk Instalasi Laundry, turut memberikan kontribusi terhadap kenyamanan dan keamanan pasien.

Sejalan dengan Arahan Wali Kota Serang

Optimalisasi pelayanan penunjang tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Haji Budi Rustandi, agar RSUD Kota Serang terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Humariadi, peningkatan mutu rumah sakit harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan fasilitas yang digunakan pasien selama menjalani perawatan.

Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur serta terus meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.

Melalui dukungan Instalasi Laundry, RSUD Kota Serang berupaya menghadirkan lingkungan perawatan yang bersih, nyaman, dan higienis. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien sekaligus mendukung proses pemulihan selama menjalani perawatan. (ADV)


Bukan Sekadar Senam, Walantaka Bergerak Jaga Kesehatan Warga

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Camat Walantaka Muslim Sholeh bersama warga. 


SERANG – Pemerintah Kecamatan Walantaka, Kota Serang terus bergerak aktif memasyarakatkan pola hidup sehat melalui berbagai program layanan kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk realisasi program "Serang Sehat" yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Serang.

Camat Walantaka, Muslim Sholeh, menyampaikan bahwa implementasi program Serang Sehat di wilayahnya berjalan secara konsisten dan terintegrasi melalui sejumlah kegiatan utama di tengah masyarakat.

"Sesuai dengan arahan dan instruksi Wali Kota Serang, Bapak Budi Rustandi, kami di tingkat kecamatan berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal dan langsung menyentuh masyarakat," ujar Muslim Sholeh saat ditemui, Rabu (28/10).

Muslim menjelaskan, salah satu agenda rutin yang mengikutsertakan partisipasi aktif warga dan aparatur kecamatan adalah kegiatan senam bersama setiap hari Jumat. Kegiatan senam segar ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain senam rutin bulanan/mingguan, Kecamatan Walantaka juga memaksimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap kelurahan. Melalui Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta pemberian gizi seimbang terus dipantau secara berkala guna mencegah stunting.

Tak hanya pencegahan, pihak kecamatan bersama tenaga kesehatan setempat juga memberikan layanan pendampingan pengobatan bagi warga yang mengalami sakit kronis atau membutuhkan rujukan penanganan medis lebih lanjut.

"Kami memastikan hadir di tengah warga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan pengobatan hingga tuntas. Sesuai intruksi Pak Wali Kota Budi Rustandi, kesehatan warga adalah prioritas utama demi mewujudkan Kota Serang yang sehat dan sejahtera," pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan partisipasi warga, Kecamatan Walantaka optimistis program "Serang Sehat" dapat terwujud secara merata di seluruh pelosok wilayah. (ADV)

200 Becak Listrik Segera Beroperasi di Kota Serang, Sasar Kawasan Wisata dan Perumahan

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi. 


KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik pada Senin 26 Oktober 2026 di Kantor Kelurahan Banjarsari Cipocok Jaya Kota Serang. 

Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi terkait kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat.

Kata Budi, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasinya atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.

Dijelaskan Budi, program bantuan ini dirancang secara khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.

"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Wali Kota Budi Rustandi.

"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.

Guna memastikan bantuan strategis ini tepat sasaran dan berkesinambungan, Pemkot Serang, lanjut Budi akan memberikan pembinaan khusus kepada para peserta.

Selain itu, kata Budi, seluruh penerima manfaat diarahkan untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam merawat dan tidak memindahtangankan unit armada kepada pihak lain.

Wali Kota Budi Rustandi juga memastikan pemerintah akan terus mengawal jalannya program ini hingga ke tahap implementasi di lapangan.

"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegasnya.

Dikatakan Budi Rustandi rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.

Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu menggantikan beban tenaga kayuh manual, sehingga warga dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.

Langkah inovatif ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Serang dalam mewujudkan transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi publik perkotaan.

Inovasi teknologi hijau ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka emisi gas buang daerah, tanpa harus mengorbankan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat.

DLH Kota Serang Gencarkan Sosialisasi PSEL, Warga Sekitar Cilowong Didorong Pahami Pengolahan Sampah Jadi Energi

Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Sosialisasikan Rencana PSEL Serang Raya kepada Warga di Sekitar TPAS Cilowong.


SERANG– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang terus menggencarkan sosialisasi rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya di kawasan TPAS Cilowong. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Sosialisasi kepada warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar TPAS Cilowong, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan proyek PSEL. Selain pembangunan fasilitas, dukungan masyarakat dan koordinasi lintas pemerintah daerah dinilai diperlukan agar program tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan PSEL Serang Raya diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, sampah diharapkan tidak hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi.

Menurut Farach, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai mengenai rencana pembangunan tersebut, termasuk tujuan, manfaat, serta tahapan pelaksanaannya. Dengan demikian, warga dapat memahami arah kebijakan pengelolaan sampah sekaligus mengikuti perkembangan proyek secara lebih baik.

“Pengelolaan sampah membutuhkan langkah yang terencana dan berkelanjutan. PSEL di Cilowong diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan pengolahan sampah, sehingga tidak hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah,” ujarnya, Kamis (15/10/2026). '

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan PSEL tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas utama. Infrastruktur pendukung, koordinasi antarpemerintah daerah, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan.

DLH Kota Serang pun mendorong agar sosialisasi terus dilakukan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana pengembangan PSEL Serang Raya. Keterbukaan informasi menjadi penting agar warga dapat mengetahui perkembangan program yang berpotensi memengaruhi sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Ke depan, pembangunan PSEL di kawasan Cilowong diharapkan dapat mendukung penanganan sampah secara lebih terintegrasi, sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah menuju sistem yang lebih efektif dan berorientasi pada pemanfaatan kembali sumber daya.

Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, Ia berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pengembangan teknologi pengolahan sampah, sembari tetap mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. (ADV)

Kerajinan Lokal Punya Potensi Ekonomi, Camat Curug Dorong UMKM Perluas Pasar

 

 

Perwakilan Kota Serang dalam ajang Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.


SERANG – Kerajinan lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan budaya untuk menarik pembeli. Kualitas produk, inovasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi faktor penting agar hasil karya perajin mampu bersaing sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengembangkan produk kerajinan agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Eni, potensi kerajinan daerah perlu didukung dengan pengembangan produk yang mengikuti kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas budaya lokal. Dengan begitu, kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai produk pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Dengan pengembangan produk yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai tambah ekonomi, serta membuka peluang pasar baru,” ujarnya.


Eni menyampaikan hal tersebut dalam konteks pengembangan industri kerajinan dan UMKM yang menjadi salah satu sektor potensial untuk memperkuat perekonomian daerah. Ia menilai, pelaku usaha membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu upaya memperluas wawasan mengenai peluang tersebut dilakukan melalui partisipasinya dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam kegiatan itu, Eni mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Serang yang juga merupakan Ibu Wali Kota Serang, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan industri kerajinan nasional, termasuk inovasi produk, pengemasan, serta pendekatan promosi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM di Kecamatan Curug.

“Bagi kami, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dunia kerajinan nasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang pengembangan produk UMKM di daerah,” katanya.

Kriyanusa 2026 mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia. Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam menghasilkan produk kerajinan yang mampu mengikuti perkembangan pasar, sekaligus mempertahankan kekayaan budaya Nusantara.

Ajang tersebut juga menampilkan Parade Pakaian Daerah Dekranasda yang memperlihatkan keberagaman busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menunjukkan potensi kreativitas para perajin nasional.

Bagi pelaku UMKM di Kecamatan Curug, pengembangan kerajinan membutuhkan langkah konkret, mulai dari menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki desain dan kemasan, hingga memanfaatkan promosi yang sesuai dengan target konsumen. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan agar produk lokal tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai jual.

Eni menilai, sinergi pemerintah daerah, Dekranasda, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membuka peluang pengembangan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jejaring pemasaran, serta mengenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen di luar wilayahnya.

“Kehadiran kami bersama Ketua Dekranasda Kota Serang dalam Kriyanusa 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap para perajin di Kecamatan Curug terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas lokal. Dengan penguatan kualitas dan pemasaran, kerajinan daerah diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pada akhirnya, tantangan pengembangan kerajinan lokal bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan juga memastikan hasil karya perajin memiliki pasar yang berkelanjutan. Dukungan lintas sektor dan kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting untuk membuka jalan bagi produk lokal bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (ADV)