BREAKING NEWS
Pemerintahan
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wamenkes Apresiasi Kecekatan Gubernur Banten Andra Soni, Program CKG Tembus 5,9 Juta Warga

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, Benyamin Paulus Oktavianus Memberikan Sambutan Saat Meninjau Kegiatan Cek Keshatan Gratis (CKG), Di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis, (20/08/2026).


Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi kecekatan Gubernur Banten Andra Soni terhadap kesehatan warganya. Hal itu terlihat dari capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat dan termasuk yang tertinggi secara nasional.


Tidak hanya Program CKG, capaian temuan dan penanganan tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten juga termasuk yang tertinggi secara nasional. TBC menjadi fokus utama penanganan kesehatan pemerintah pusat karena dampaknya sangat buruk terhadap tingkat produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.


"Ini tahun kedua saya datang ke Provinsi Banten, dan ternyata progresnya begitu cepat dari tahun lalu. Maka dari itu saya sangat mengapresiasi atas kecekatan dan kepedulian Gubernur Banten Andra Soni terhadap kondisi kesehatan warganya," katanya seusai meninjau pelaksanaan Program CKG di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Kamis (20/8/2026).


Sebanyak 450 warga melakukan cek kesehatan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang meliputi Kecamatan Sindang Jaya, Gunung Kaler, Kresek, Sukamulya, Jayanti, Balaraja, Cikuya, Cisoka, dan Tigaraksa. Berdasarkan catatan, capaian Program CKG di Provinsi Banten sampai 19 Agustus 2026 mencapai 5.934.010 atau 100,60 persen atau masuk tiga besar capaian tertinggi nasional. Sementara untuk capaian penanganan TBC tertinggi secara nasional mencapai 62,4 persen di atas Provinsi Jawa Barat yang mencapai 57,9 persen, dengan keberhasilan pengobatan mencapai 91 persen.


Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran fisik dan status gizi, cek tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen. Selain itu, Benyamin melihat kesadaran masyarakat Banten untuk mengikuti Program CKG cukup tinggi. Pemahaman seperti ini, katanya, menjadi modal dasar yang harus terus dipelihara karena tidak semua daerah kondisinya seperti di Provinsi Banten.


"Saya dari kemarin meninjau berbagai kegiatan CKG dan penanganan TBC di Kabupaten Tangerang, ternyata memang antusiasme warganya begitu tinggi, termasuk pelayanan dari nakes-nya juga cukup baik," imbuhnya.


Dikatakan Benyamin, program prioritas Presiden Prabowo ini sebagai bentuk pencegahan yang dilakukan pemerintah agar kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga. Sebagaimana diketahui, saat ini kasus cuci darah, stroke, dan jantung yang begitu tinggi. Hal itu salah satu penyebabnya adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.


"Dengan mengikuti CKG, masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, untuk kemudian bisa melakukan pengobatan ke Puskesmas terdekat, jika perlu tindakan lebih lanjut akan ditangani di rumah sakit. Di Banten ini rumah sakitnya sudah bagus-bagus, lengkap, serta gratis," ujarnya.


Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, dirinya bersama seluruh Bupati dan Wali Kota selalu terus mengajak masyarakat Banten untuk melakukan Program CKG. Pasalnya, ia meyakini dengan cek kesehatan standar harapan hidup masyarakat bisa meningkat, salah satunya melalui pengetahuan terhadap kondisi kesehatannya.


"Alhamdulillah, Provinsi Banten sudah melampaui target nasional untuk capaian CKG, yakni mendekati 6 juta warga. Meski demikian, kami akan terus bekerja keras karena kami ingin lebih dari 50 persen warga Banten mengikuti CKG," jelasnya.


Menurut Andra Soni, paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih menekankan pada promotif dan preventif. Yaitu menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit.


"Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama," katanya. (Red).

Andra Soni Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Tinawati Andra Soni, Meninjau Pelayanan Mobile Klinik Provinsi Banten, Pada Kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026.


Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat untuk rutin memanfaatkan pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis. Program ini bagian dari membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.


“Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit. Tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif,” ungkap Andra Soni pada kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Sabtu (25/7/2026).


“Menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit,” ujarnya menambahkan.


Menurut Andra Soni, Prolanis membantu masyarakat, khususnya penyandang sakit kronis agar tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara berkesinambungan. Sehingga kualitas hidupnya tetap optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan.


“Melalui kegiatan hari ini, kita membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan seluruh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan menjangkau kabupaten dan kota. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Andra Soni.


Andra Soni juga mengungkapkan, untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Provinsi Banten mendapatkan kemudahan akses khusus. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk jika ada kendala, penerima dapat mengurusnya untuk menerima layanan kesehatan.


“Saya mengajak masyarakat Banten untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis untuk mengelola kesehatan,” katanya.


Dalam sambutannya, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari mengatakan, Prolanis merupakan program berkelanjutan, promotif, dan preventif. Pengelola penyakit kronis, sebetulnya harus dilakukan oleh setiap individu agar tetap sehat, termasuk untuk mencegah agar pasien tidak jatuh sakit.


“Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis,” katanya.


Kegiatan Prolanis sendiri diisi dengan senam bersama, konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, serta kegiatan rutin. Saat ini, di Provinsi Banten terdapat 358.801 peserta Prolanis. Dari sekian banyak peserta itu, 21 persennya yang sudah terdaftar dalam klub Prolanis.


“Klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM (diabetes melitus) dan hipertensi,” katanya.


Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Andra Soni didampingi Tinawati Andra Soni meninjau pelayanan Mobile Klinik Pemprov Banten, layanan cek kesehatan gratis oleh beberapa klinik, cek kesehatan mata RS Mata Achmad Wardi, serta pelayanan BPJS Kesehatan.


(Red).

Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Ngider Sehat Premium

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davine Saat Menghadiri Pemberian Apresiasi Kepada Kader Kesehatan Dan Petugas Ngider Sehat.


CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kader kesehatan, dan layanan kesehatan berbasis masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak. 


Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri pemberian apresiasi kepada kader kesehatan dan petugas Ngider Sehat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (22/6/2026).


Benyamin mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan yang telah dijalankan sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.


"Hari Anak Nasional ini menjadi momentum untuk mengevaluasi apa saja yang sudah kita kerjakan. Ada dua pilar penting, yakni Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan Posyandu yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan berbagai indikator kesehatan masyarakat," ujar Benyamin.


Menurut Benyamin, Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh pihak untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas kesehatan, gizi yang baik, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.


"Anak-anak adalah aset bangsa yang paling berharga. Masa depan Tangerang Selatan ada di tangan mereka. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing untuk masa depan," katanya.


Ia menjelaskan, Tim Ngider Sehat Premium bersama kader Posyandu akan terus melakukan pendampingan dan identifikasi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan kesehatan anak.


"Kedua tim ini kita dorong untuk terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Misalnya pemberian makanan tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan anak, dan berbagai kebutuhan lain yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Seluruh infrastruktur yang menunjang penurunan stunting, termasuk ketersediaan pangan, gizi, hingga lingkungan yang sehat harus terus diperkuat," jelasnya.


Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini berperan aktif mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.


Menurutnya, kedua kelompok tersebut menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan, memantau tumbuh kembang anak, mendampingi ibu hamil, mendukung pelaksanaan Posyandu, serta menjalankan berbagai upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.


"Keberhasilan program kesehatan tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini bekerja langsung di lapangan," ungkapnya. (Red)

Gubernur Andra Soni: Pelayanan Kesehatan Perlu Adaptasi Perkembangan Teknologi

Gubernur Banten Andra Soni, Memaparkan Program Klinik Berbasis Telemedicine, Pada Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan Di Indonesia.

Pelayanan kesehatan saat ini tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional. Pelayanan kesehatan perlu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui Program Mobile Klinik, Pemerintah Provinsi Banten ingin program ini mendorong pemerataan kesehatan.


“Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan,” ungkap Andra Soni dalam Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia. Ballroom Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta, Selasa (19/5/2026).


“Topografi dan kondisi 11 ribu kilometer jalan di luar jalan nasional turut menjadi pertimbangan pelaksanaan program Mobile Klinik,” tambahnya.


Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah dengan jumlah rumah sakit terbanyak. Namun pelayanan kesehatan belum merata karena luasnya wilayah. Melalui Program Mobile Klinik, pelayanan kesehatan bisa semakin terjangkau bagi masyarakat.


Pemprov Banten juga sangat terbuka terhadap hasil riset dari para peneliti BRIN. Sinergi dan kolaborasi dengan para peneliti BRIN, khususnya dalam transformasi digital bidang kesehatan, menurutnya dapat menghasilkan inovasi yang saat ini sudah diterapkan di Banten, yaitu Mobile Klinik berbasis telemedicine.


Dari seminar ini, lanjut Andra Soni, Pemprov Banten mendapatkan beberapa rekomendasi penting. Pertama, mengenai keamanan data medis pasien. Kedua, peningkatan literasi digital baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Ketiga, inovasi alat kesehatan dalam negeri yang lebih terjangkau namun memiliki standar kualitas tinggi.


“Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.


Di tempat yang sama, Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN Agus Eko Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan adalah aspek kritikal untuk menyambut Generasi Emas 2045. Transformasi pelayanan kesehatan secara digital juga perlu dibarengi dengan kebijakan birokrasi. Transformasi ini menyangkut isu keamanan nasional khususnya data pribadi dan data rekam medis.


“Transformasi bukan sekadar pengadaan alat tapi peningkatan pelayanan kesehatan. Pengembangan telemedicine ke depan sangat penting untuk pelayanan kesehatan yang inklusif,” pungkasnya.


Sebagai informasi, saat ini program Mobile Klinik Provinsi Banten melayani tiga wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Salah satu petugas Mobile Klinik, Apoteker Ijat mengatakan, satu tim Mobile Klinik terdiri dari dokter, dua perawat, apoteker, dan sopir.


“Masyarakat menyambut antusias Mobile Klinik. Pernah melayani 100 orang lebih saat Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan USG juga disambut antusias para ibu hamil karena layanan ini jarang ada di pedesaan,” ungkap Ijat.


Setiap hari, Mobile Klinik melakukan berkeliling ke sejumlah daerah kecuali pada hari libur. Dinas Kesehatan Kabupaten dan puskesmas akan menentukan lokasi kunjungan. Prioritasnya adalah daerah yang tidak termasuk kategori pelosok, tetapi sulit dijangkau. Misalnya seperti di Desa Cikedung, Kabupaten Serang.


“Mobile Klinik dilengkapi X-ray, USG, dan EKG. Pelayanan dan obat gratis tanpa dipungut biaya,” katanya.


(Adv).

Dinkes Banten Beri Tips Cegah Anak Lumpuh Layuh dengan Imunisasi Polio

 

Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti. 



SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten sedang menggalakan Pekan Imnunisasi Nasional (PIN) guna mencegah anak terpapar virus polio.

Saat ini, kader di tenaga kesehatan memberikan edukasi dan imunisasi polio kepada anak berusia 0 sampai 7 tahun agar terhindar dari penyakit lumpuh layuh.

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, polio merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan dan cacat seumur hidup. Salah satu gejala polio adalah lumpuh layuh.

"Sementara lumpuh layuh adalah semua kelumpuhan yang terjadi secara mendadak dan bersifat luyuh atau lemas pada anak usia di bawah 15 tahun," katanya.

Menurutnya, penularan lumpuh layuh bisa melalui air atau makanan yang tercemar oleh tinja yang mengandung virus polio. Penyakit polio tidak Dapat diobati, namun dapat dilakukan pencegahan.

"Cegah polio dengan imunisasi polio atau tetes dan suntik lengkap esuai jadwal pada bayi. Cuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air bersih. Stop BAB sembarangan," ungkapnya.

Bagi para orang tua yang memiliki bayi, bisa menjadwalkan melakukan imunisasi polio. Untuk usia bayi 1 bulan dengan imunisasi polio tetes (OPV 1). Uisa 2 bulan dengan polio tetes (OPV 2). 

"Sementara uisa 3 bulan dengan polio tetes (OPV 3). Uisa 4 bulan dengan polio tetes (OPV 4) dan polio suntik (IPV1)," paparnya. (ADV)








Lahiran di RSUD Kota Tangerang Gratis Pembuatan Akta Kelahiran, Ini Syaratnya

fasilitas pembuatan akta kelahiran gratis akan diberikan bagi bayi yang dilahirkan di RSUD Kota Tangerang.


TANGERANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang kembali meluncurkan inovasi pelayanan kesehatan yang menarik.


Salah satunya, fasilitas pembuatan akta kelahiran gratis akan diberikan bagi bayi yang dilahirkan di RSUD Kota Tangerang.


Direktur Utama RSUD Kota Tangerang dr. O.U Taty Damayanty menuturkan, pelayanan inovatif berupa pemberian fasilitas pembuatan akta kelahiran secara gratis tersebut merupakan bentuk komitmen, dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.


Terdapat beberapa persyaratan khusus untuk mendapatkan fasilitas menarik ini, yakni kedua orang tua memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Tangerang, Buku Nikah, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Lahir (SKL), dan mengisi formulir yang telah disediakan.


“Ini merupakan fasilitas unggulan yang menarik. Jadi, kami tidak hanya menyediakan layanan bersalin yang berkualitas, namun juga memberikan tambahan kemudahan bagi orang tua untuk tidak perlu repot mengurus administrasi akta kelahiran anaknya. Semuanya kami sediakan,” ujarnya, Senin 8 Januari 2024.


Lewat layanan akta kelahiran secara gratis tersebut, RSUD Kota Tangerang dinilai mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan fasilitas kesehatan terpercaya untuk mengakses layanan kesehatan, khususnya bersalin.


“Kami berharap lewat ada fasilitas yang menarik ini mampu meningkatkan jumlah pemanfaatan layanan bersalin di RSUD Kota Tangerang. Terlebih, RSUD Kota Tangerang selama ini terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang nyaman, terjangkau, dan terpercaya, termasuk layanan bersalin,” tambah Taty.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemberian fasilitas pembuatan akta kelahiran secara gratis tersebut dapat dilihat pada laman media sosial resmi di Instagram/@rsudkotatgr atau menghubungi 0811-9232-421 (Humas) dan 0822-1912-2929 (Bidan Ami). (Syh/Red)